
Keutamaan bertemu Ramadhan ternyata sangat besar
Dari Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu'anhu, ia berkata:
أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِسْلَامُهُمَا جَمِيعًا فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنَ الْآخَرِ فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ ثُمَّ مَكَثَ الْآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّيَ
“Ada dua orang lelaki dari kabilah Baliy datang kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Mereka berdua masuk Islam bersama. Tapi salah satu dari mereka lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan yang lain. Suatu ketika, yang lebih rajin beribadah tersebut ikut berjihad mati syahid. Sedangkan yang satunya (yang tidak rajin ibadah), dia hidup setahun lebih lama. Kemudian ia juga wafat".