Teks Khutbah Jum’at Untuk Masjid-Masjid
di Lingkungan PT. PAMA PERSADA, Site KPC Sangatta
Khutbah : Jum’at Ketiga
Tanggal : 20, Sya’ban 1442 H / 2 April 2021 M
Tema : “MENITI TIGA TANGGA KESELAMATAN”
Khutbah Pertama:
وَتَزَوَّدُوا فَ اِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْ « : الْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائلُ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ، بَعْدَ الْعِيَاذِ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَ لى ا لِهِ وَ اَصْ حَ ا بِهِ وَمَنِ تَبِعَهُ بِ اِحْسَانٍ ا لَى ي مَِْ » وَاتَّقُ نَِ يَا اُولِي الْأَلْبَابِ
الدِّينِ. اَشْهَدُ اَن لأ ا لَهَ ا لأ ال لَّهُ وَحْدَهُ لَأ شَرِيْكَ لَهُ ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُ لَُه،لَأ نَبِيَّ وَلَأ رَسُ لََ
بَعْدَهُ، فقَالَ تَعَالَى مُ اََصِيًا عِبَادَهُ بِتَقْ اََ ه "يَا اَيُّهَا الَّذِينَ ا مَنُ اَ اتَّقُ اَ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَأ تَمُ تَُنَّ ا لَّأ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُ نََ "
اَمَّا بَعْدُ:
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Dari atas mimbar Jum’at ini, khatib kembali mengingatkan diri sendiri dan seluruh jamaah, agar selalu bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Bukan sekedar berkata-kata, namun berusaha untuk menjalankannya dalam hati, ucapan, pikiran dan berbuatan agar kita berjaya di dunia dan akhirat.
Kita sekarang berada di jum’at ke-4 pada bulan Sya’ban, berarti selangkah lagi kita akan memasuki ambang bulan Ramadan. Harapan tertinggi dari seorang mukmin adalah mendapat rahmat, pengampun Allah dan pembebasan dari api neraka. Untuk itu, sekurang-kurangnya ada tiga tangga yang harus dilalui. Maka pada khutbah kali ini, khatib ingin menerangkan “MENITI TIGA TANGGA KESELAMATAN”
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Setiap muslim berharap mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Namun keselamatan sejati adalah ketika seorang muslim dapat selamat dari api neraka dan berhasil meraih surga. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar kita dilindungi oleh Allah dari api neraka? Maka sekurang-kurangnya, ada tiga tangga yang harus dilalui:
1. Menjalankan Ibadah dengan Benar
2. Meraih Tingkat Ketaqwaan Sejati
3. Mendapatkan Wiqayah (perlindungan) Allah
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Tangga Pertama: Menjalankan Ibadah dengan Benar
Sebagaimana kita tahu dan yakin bahwa Allah menciptakan kita bukan untuk main-main, melainkan untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Sebagaimana yang diterangkan dalam surat adz-Dzariyat: 56. Maka Allah menghendaki agar ketika kita dipanggil untuk kembali kepada-Nya, kita dalam keadaan menjadi manusia yang taat dan berserah diri kepada-Nya. Allah berfirman:
) يَا اَيُّهَا الَّذِينَ ا مَنُ اَ اتَّقُ اَ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَأ تَمُ تَُنَّ ا لَّأ وَاَنتُم مُّسْلِمُ نََ )ا ل عمران: 201
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwallah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati kecuali kalian sebagai orang-orang yang berserah diri kepada-Nya.” (Ali Imran: 102)
Oleh sebab itu Allahlah, Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi. Sedangkan Ibadah yang dimaksud – seperti yang didefinisikan oleh para ‘Ulama’ – adalah “segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, baik yang lahir mau pun yang batin.”
Ibadah atau segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah itu adakalanya terkait dengan perbuatan yang telah ditentukan bentuk, cara dan waktunya seperti: sholat, puasa, zakat dan haji atau yang disebut sebagai ibadah mahdhah, yakni ibadah murni yang tidak boleh dikurang dan ditambah dan harus mengikuti petunjuk syariat. Atau adakalanya berupa apa saja kebaikan yang disukai oleh Allah dan Rasul-Nya, namun waktu dan caranya tidak terikat dengan ketentuan syariat. Ibadah jenis ini disebut ibadah mutlak, seperti: berbakti kepada orang tua, menghormati guru, bersilatur rahim, menuntut ilmu, membangun sarana ibadah
Files
Perusahaan Grup Astra
Pamapersada Nusantara